1st summer
Aku tidak pernah melihatmu
Tak ku sangka ternyata kita begitu
dekat
Berada satu pijakan tanah
Menghirup udara yang sama
Dan menatap langit yang juga sama
Begitu dekat bukan?
(menulis dengan senyum yang
mengembang dan hati yang berbunga)
Kau memang berbeda
Itulah yang pertama kali terfikir
olehku saat melihatmu
Pendiam, kesepian, intelligence
Sebatas itu, tidak lebih
Karena baru ku ketauhi ternyata kau
sudah memiliki seseorang dalam hatimu
(masih mengetik dengan tersenyum)
Rain season
Aku semakin mengagumi mu
Dari jauh
Walaupun dari jauh
Hingga kita di berikan kesempatan
oleh Tuhan untuk bertemu
Berada dalam suatu organisasi kecil
Saling mengenal
Saling berbicara
Dan saling melihat
Dari situ yang aku tahu
Kau memiliki mata yang tajam
Sudut matamu seolah menunjukkan
kepribadianmu yang pendiam
Aku sangat mengagumi mu
Hingga saat aku mendengar kau sudah
tidak lagi dengan seseorang
Kau baru saja melepaskan seseorang
dari hatimu
Aku menyadari bahwa aku…
Jatuh cinta padamu :)
(tetap menulis dengan tersenyum)
Pancaroba season
Hingga hubungan kita semakin membaik
Twice sat-nite yang seolah hanya ada
kita dan bintang
Hanya ada kita dan pak tahu tek
Bahkan hanya dengan mengingatnya saja
aku bisa tersenyum
Blushing di setiap scenario yang
Tuhan buat untuk kita
Perjalanan jauh namun terasa singkat yang pernah kita lakukan
Semua terjadi begitu indah
Tuhan kita memang serba keren yaa :)
2nd summer
Dari semua momen yang kita lewati
Semua scenario Tuhan yang kita jalani
Aku semakin menyayangi mu
Aku semakin mencintaimu
Hingga di saat aku berharap sesuatu
yang memang tidak harusnya aku harapkan
Kau tiba-tiba pergi dan membangun
harapan dengan yang lain
Kabar itu…
Aku seperti gajah dari pasukan
Al-quraisy yang di serang burung ababil
Sakit, panas, nyeri
Hingga semua rasa sakit itu tak bisa
kuungkapkan
Aku terlalu malu untuk mengakui bahwa
aku sakit hati
Hingga air mata pun enggan untuk
jatuh
Dan itu kembali membuat ku nyeri
(masih tersenyum)
Hingga suatu saat aku tak tahu
bagaimana aku mengeluarkan semua air mata yang saat itu tertahan
Mengalir deras
Seolah takkan bisa berhenti
3 bulan memang waktu yang terlalu
singkat untuk bisa melupakan mu
Semua kenangan yang hampir ku lewati
selama 3 musim tak semudah itu untuk menghapusnya
Rasa nyeri setiap aku mengingatnya
Rasa sakit setiap kali aku merasakan
bahagia nya
Aku tersenyum mengingat manisnya,
tapi entah siapa yang menyuruh air mata ini mengalir di saat aku merasakan
perihnya
Still the summer season
Hingga saat aku akan memulai lembaran
Dengan dunia baru
Dan hati baru
Kau kembali
Kembali mengusik hatiku yang sudah ku
tutup rapat
Kembali memaksaku untuk mencoba
membuka kembali semua kenangan
Semua tawa dan canda
Tapi aku takut
Takut kau menyakitiku lagi
Takut kau melukai ku lagi
Takut aku membangun lagi harapan itu
Dan aku takut menyukai mu lagi
(entah sudah berapa banyak air mata
yang mengalir)
I never knew that remembering laughs
could bring tears
Inilah satu catatan musim untukmu J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar